ivingformonday.com – Padel, olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash, kini semakin populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Berbeda dari olahraga lain yang sudah akrab di telinga, padel menawarkan pengalaman bermain yang unik dan menyenangkan. Artikel ini disusun berdasarkan prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) untuk memberikan informasi terpercaya tentang padel bagi Anda yang penasaran atau ingin mencobanya.
Pengalaman Pribadi Bermain Padel
Saya pertama kali mencoba padel saat berkunjung ke klub olahraga di Jakarta beberapa bulan lalu. Lapangannya lebih kecil dibanding tenis, dikelilingi dinding kaca dan jaring, memberikan sensasi dinamis. Raketnya padat tanpa senar, mirip raket pantai, dan bolanya sedikit lebih lembut dari bola tenis. Permainan ini dimainkan secara berpasangan, dan saya langsung terpikat oleh ritme cepat serta strategi yang dibutuhkan. Hanya dalam satu jam, saya sudah berkeringat dan ketagihan!
Keahlian dan Aturan Dasar
Padel berasal dari Meksiko pada 1969, diciptakan oleh Enrique Corcuera, dan kini berkembang pesat di Spanyol serta Amerika Latin. Lapangan berukuran 10×20 meter, setengah dari lapangan tenis, dengan dinding yang bisa digunakan untuk memantulkan bola—mirip squash. Poin dihitung seperti tenis (15, 30, 40, game), tetapi servis dilakukan dari bawah, membuatnya lebih mudah dipelajari pemula. Menurut Federasi Padel Internasional (FIP), olahraga ini mengandalkan kerja sama tim dan refleks cepat, menjadikannya cocok untuk segala usia.
Otoritas sebagai Olahraga Global
Padel kini dimainkan oleh lebih dari 25 juta orang di 90 negara, menurut data FIP pada 2024. Di Indonesia, komunitas padel mulai tumbuh, dengan lapangan bermunculan di kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya. Turnamen internasional seperti World Padel Tour juga semakin menarik perhatian, membuktikan statusnya sebagai olahraga modern yang kompetitif dan menghibur.
Kepercayaan melalui Informasi Praktis
Untuk mencoba padel, Anda bisa mengunjungi klub lokal dengan biaya sewa lapangan sekitar Rp200.000–Rp300.000 per jam, termasuk peralatan. Raket padel dijual mulai Rp500.000, sedangkan bola harganya Rp50.000 per set. Pakaian olahraga biasa dan sepatu kets sudah cukup. Jika tertarik, cari komunitas padel di media sosial untuk bergabung atau sekadar latihan santai.
Mengapa Padel Layak Dicoba?
Padel menawarkan olahraga yang mudah dipelajari, sosial, dan menyehatkan. Cocok untuk Anda yang ingin aktivitas fisik tanpa tekanan berlebih. Jadi, ajak teman atau keluarga, dan rasakan sendiri keseruannya!